Info kegiatan SMP Negeri 6 Sidoarjo 2026
Romi Wijaya Waka Kesiswaan SMP Negeri 6 Sidoarjo
Jurnal Tertib Siswa (JTS)
Berdasarkan hasil dari rapat staff bersama kepala sekolah SMPN 6 SIDOARJO yang dilaksanakan pada tanggal 30 Maret 2023, menindaklajuti dalam usaha ketertiban siswa maka SIM Sekolah melakukan pengadaan fasilitas sekolah dalam bentuk aplikasi Jurnal Tertib Siswa (JTS) yang pelaksanaannya diatur kepala sekolah dan di sosialisasikaan oleh kordinator SIM Sekolah pada tanggal 3 April 2023.
Aplikasi JTS ini bertujuan pendokumentasian data dan meningkatkan ketertiban siswa, guna pengkomunikasian pada pihak wali siswa sehingga ada kerjasama yang lebih baik dalam pendidikan siswa antara pihak sekolah dan wali/orang tua.
Jurnal Tertib Siswa (JTS) adalah sistem yang digunakan oleh SMP Negeri 6 Sidoarjo untuk mencatat dan memantau kedisiplinan serta perilaku siswa. Ini merupakan inovasi sekolah yang kembangkan oleh Agus Rahmat Yuniar sebagai alat internal sekolah untuk mengelola ketertiban siswa.
Istilah "Jurnal Tertib Siswa" (JTS) merujuk pada sistem pencatatan atau buku harian yang digunakan oleh SMP Negeri 6 Sidoarjo untuk memantau dan mendokumentasikan perilaku siswa. Ini adalah praktik baik SMP Negeri 6 Sidoarjo melalui HUMAS, KESISWAAN dan SIM Sekolah dalam usaha untuk membantu guru, wali kelas, dan staf bimbingan konseling (BK) dalam mengelola kedisiplinan menggunakan layanan inovasi digital. Dengan demikian SMP Negeri 6 Sidoarjo memiliki data Valid dalam pengambilan tindakan baik pembinaan maupun peningkatan pendidikan bagi seluru peserta didik.
Tujuan utama dari JTS adalah:
Pencatatan Pelanggaran: Mendokumentasikan secara rinci setiap pelanggaran yang dilakukan siswa, mulai dari yang ringan hingga berat.
Pemantauan Perilaku: Memungkinkan guru dan staf bimbingan konseling (BK) untuk melacak riwayat perilaku siswa dari waktu ke waktu.
Dasar Pengambilan Keputusan: Menjadi acuan untuk memberikan sanksi atau pembinaan yang sesuai dengan tingkat pelanggaran.
Komunikasi dengan Orang Tua: Sebagai bukti saat pihak sekolah perlu berkomunikasi dengan orang tua siswa mengenai masalah kedisiplinan.
Banyak aspek ketertiban yang perlu dilakukan siswa di sekolah maupun di luar sekolah. Ini mencakup tidak hanya kepatuhan pada aturan, tetapi juga sikap dan kebiasaan positif yang mendukung lingkungan belajar yang kondusif dan perkembangan diri.
Romi Wijaya Waka Kesiswaan SMP Negeri 6 Sidoarjo
Dalam menghadapi era digital yang terus berkembang, SMP Negeri 6 Sidoarjo menunjukkan komitmen kuat dalam menghadirkan layanan pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi masa depan. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah hadirnya SI-BTS (Sistem Informasi Buku Tamu Sekolah), sebuah platform digital yang dirancang untuk menggantikan sistem buku tamu konvensional menjadi layanan pencatatan kunjungan yang modern, terintegrasi, dan efisien.
SI-BTS merupakan inovasi yang digagas oleh Kepala Sekolah saat itu tahun 2024, Suharsono, S.Pd., M.pd. bersama team Tata Usaha SMP Negeri 6 Sidoarjo, dan dikembangkan secara teknis oleh Agus Rahmat Yuniar, S.Kom., M.Pd dan tercatat pada Aplikasi SETIA Kabupaten Sidoarjo 2025. Kolaborasi kepemimpinan visioner dan keahlian teknologi ini menjadi fondasi kuat dalam menghadirkan sistem yang relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.
Perubahan zaman menuntut sekolah untuk tidak hanya berfokus pada proses layanan konvensional, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana peningkatan mutu layanan sekolah. SI-BTS hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut, dengan menghadirkan sistem yang terintegrasi, transparan, dan mudah diakses oleh seluruh tamu sekolah.
Melalui platform ini, bidang Tata Usaha Sekolah dapat mengelola administrasi dengan lebih efektif, siswa dapat mengakses data kunjungan/tamu secara fleksibel, serta pihak sekolah dapat melakukan monitoring secara real-time terhadap catatan data tamu sekolah.
Suharsono, menegaskan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari transformasi besar dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
“SI-BTS bukan sekadar sistem digital, tetapi merupakan langkah strategis sekolah dalam membangun ekosistem pendidikan yang modern, transparan, dan berintegritas. Kami ingin memastikan bahwa setiap proses layanan dan administrasi berjalan secara efektif, efisien, serta mampu menjawab tantangan zaman.”
“Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan SI-BTS, termasuk mengintegrasikan teknologi administrasi guna meningkatkan akurasi dan kredibilitas data dalam pengelolahan administrasi berbasis digital.”
Ketua Komite SMP Negeri 6 Sidoarjo, Novi Trianto, turut memberikan apresiasi terhadap inovasi SI-BTS sebagai langkah maju dalam penguatan mutu pendidikan.
“Kami dari Komite Sekolah memandang SI-BTS bukan sekadar sistem digital, melainkan langkah strategis sekolah dalam membangun ekosistem pendidikan yang modern, transparan, dan berintegritas. Kami mendukung penuh upaya sekolah untuk memastikan bahwa setiap proses layanan dan administrasi berjalan secara efektif, efisien, serta mampu menjawab tantangan zaman.”
“Sebagai mitra sekolah, kami berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan SI-BTS, termasuk dalam integrasi teknologi administrasi guna meningkatkan akurasi dan kredibilitas data dalam pengelolaan administrasi berbasis digital.”
Sebagai pengembang utama, Agus Rahmat Yuniar, S.Kom., M.Pd, berperan penting dalam merancang dan membangun sistem SI-BTS agar mampu berjalan secara optimal, aman, dan berkelanjutan.
Dengan latar belakang keilmuan di bidang teknologi dan pendidikan, pengembangan SI-BTS dilakukan secara sistematis dengan mempertimbangkan aspek kemudahan penggunaan (user-friendly), keamanan data, serta fleksibilitas pengembangan di masa depan.
Keunggulan SI-BTS sebagai Inovasi Sekolah
Sebagai bagian dari transformasi digital, SI-BTS (Sistem Informasi Buku Tamu Sekolah) yang dikembangkan oleh SMP Negeri 6 Sidoarjo memiliki berbagai keunggulan yang menjadikannya sebagai inovasi strategis dalam meningkatkan kualitas layanan administrasi sekolah.
Salah satu keunggulan utama SI-BTS terletak pada efisiensi dan kecepatan dalam proses pencatatan data tamu. Sistem digital memungkinkan proses registrasi dilakukan secara praktis tanpa harus melalui pencatatan manual, sehingga meminimalisir antrean serta mengurangi potensi kesalahan penulisan data. Seluruh informasi tersimpan secara otomatis dan terstruktur, sehingga mudah diakses kembali ketika dibutuhkan.
Selain itu, SI-BTS juga unggul dalam aspek keamanan. Setiap data kunjungan terdokumentasi dengan jelas, mulai dari identitas tamu hingga waktu kedatangan dan tujuan kunjungan. Hal ini memberikan kemudahan bagi pihak sekolah dalam melakukan monitoring serta meningkatkan kontrol terhadap aktivitas yang terjadi di lingkungan sekolah.
Keunggulan lainnya adalah dukungan terhadap program ramah lingkungan (paperless). Dengan menggantikan buku tamu konvensional berbasis kertas, SI-BTS mampu mengurangi penggunaan kertas secara signifikan, sekaligus menanamkan budaya peduli lingkungan di lingkungan sekolah.
Dari sisi manajerial, SI-BTS memberikan nilai tambah berupa kemudahan dalam pengolahan data dan pelaporan. Data kunjungan dapat diolah menjadi informasi yang lebih komprehensif untuk kebutuhan evaluasi, pengambilan keputusan, hingga peningkatan kualitas layanan sekolah kepada masyarakat.
Lebih jauh lagi, kehadiran SI-BTS memperkuat citra SMP Negeri 6 Sidoarjo sebagai institusi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Inovasi ini tidak hanya menjawab kebutuhan administratif, tetapi juga menjadi bagian dari langkah strategis dalam membangun ekosistem sekolah yang modern, efektif, dan berdaya saing di era digital.
Hadirnya SI-BTS memberikan kesan pertama yang profesional dan modern bagi setiap tamu yang datang ke sekolah. Proses penerimaan tamu yang dilakukan secara digital mencerminkan tata kelola yang tertib, efisien, serta berbasis teknologi. Hal ini secara tidak langsung membangun persepsi positif bahwa sekolah memiliki sistem manajemen yang maju dan siap menghadapi tantangan zaman.
Lebih dari itu, SI-BTS juga menjadi representasi identitas sekolah sebagai institusi yang inovatif dan adaptif. Transformasi dari sistem manual menuju digital menunjukkan adanya budaya perubahan yang kuat di lingkungan sekolah. Inovasi ini memperlihatkan bahwa sekolah tidak hanya mengikuti perkembangan, tetapi juga mampu menciptakan solusi yang relevan dengan kebutuhan masa kini.
Dalam perspektif hubungan masyarakat, SI-BTS memperkuat komunikasi antara sekolah dengan pihak eksternal, seperti orang tua, tamu dinas, maupun mitra pendidikan. Data kunjungan yang terdokumentasi dengan baik memungkinkan sekolah memberikan layanan yang lebih terarah dan profesional, sehingga meningkatkan kepercayaan publik.
Dengan demikian, keberadaan SI-BTS tidak hanya berfungsi sebagai alat administrasi, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam membangun citra positif dan memperkuat branding SMP Negeri 6 Sidoarjo sebagai sekolah unggul yang modern, inovatif, dan berorientasi pada kualitas layanan di era digital.
SI-BTS merupakan langkah nyata SMP Negeri 6 Sidoarjo dalam inovasi yang telah dikembangkan menunjukkan bahwa SMP Negeri 6 Sidoarjo tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi juga pada penguatan sistem layanan dan tata kelola sekolah yang modern. Kehadiran SI-BTS (Sistem Informasi Buku Tamu Sekolah) menjadi bukti nyata bahwa transformasi digital dapat diwujudkan secara konkret melalui langkah-langkah inovatif yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Melalui SI-BTS, sekolah mampu menghadirkan layanan yang lebih efisien, aman, dan profesional, sekaligus mendukung gerakan ramah lingkungan serta memperkuat citra institusi di mata publik. Inovasi ini juga mencerminkan sinergi antara kepemimpinan visioner, kolaborasi tim, dan pemanfaatan teknologi sebagai fondasi dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif.
Pada akhirnya, langkah ini bukan sekadar perubahan sistem, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang untuk terus berkembang dan memberikan layanan terbaik bagi seluruh warga sekolah dan masyarakat. Dengan semangat inovasi yang berkelanjutan, SMP Negeri 6 Sidoarjo semakin meneguhkan posisinya sebagai sekolah unggul yang siap menjawab tantangan dan peluang di era digital.
TU smpn6sda
Fanny Sulistyowati BK SMP Negeri 6 Sidoarjo 10 Desember 2024
CATATAN SI-JEJAK: Inovasi Layanan Transisi Pendidikan Inklusif SMP Negeri 6 Sidoarjo
SMP Negeri 6 Sidoarjo 10 Desember 2024 terus menunjukkan komitmennya sebagai sekolah inklusi melalui berbagai inovasi yang berdampak nyata bagi peserta didik. Salah satu inovasi unggulan yang lahir dari kepedulian terhadap keberlanjutan pendidikan peserta didik berkebutuhan khusus adalah CATATAN SI-JEJAK (Catatan Study Visit Jejak Sekolah Lanjutan).
Inovasi ini hadir sebagai solusi atas kebutuhan peserta didik penyandang disabilitas dan orang tua dalam memperoleh informasi yang akurat, tepat, dan komprehensif terkait sekolah lanjutan setelah jenjang SMP. Berangkat dari kekhawatiran orang tua terhadap akses dan kesiapan anak melanjutkan pendidikan, SMP Negeri 6 Sidoarjo menghadirkan program pendampingan yang tidak hanya informatif, tetapi juga aplikatif dan kolaboratif.
Melalui CATATAN SI-JEJAK, peserta didik memperoleh pengalaman langsung mengenal berbagai sekolah lanjutan melalui kegiatan study visit ke SMA, SMK, dan SLB mitra. Kegiatan ini memberi ruang bagi siswa dan orang tua untuk melihat lingkungan belajar, mengenali program sekolah tujuan, berdialog dengan pihak sekolah lanjutan, serta memperoleh gambaran nyata mengenai pilihan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi peserta didik.
Program ini diperkuat melalui tiga tahapan utama, yaitu sosialisasi program, layanan konsultasi pemilihan sekolah lanjutan, dan pelaksanaan study visit sebagai pengalaman belajar langsung. Pendekatan ini menjadikan SI-JEJAK tidak hanya sebagai program kunjungan edukatif, tetapi sebagai model layanan transisi pendidikan inklusif yang terstruktur.
Keunggulan inovasi ini terletak pada penguatan jejaring kemitraan dengan sekolah lanjutan, keterlibatan aktif orang tua, serta keberpihakan pada layanan pendidikan yang setara dan berkeadilan. CATATAN SI-JEJAK menjadi wujud nyata bahwa pendidikan inklusif tidak berhenti pada layanan di dalam sekolah, tetapi juga mengantarkan peserta didik menuju masa depan pendidikan yang berkelanjutan.
Dampak positif inovasi ini pun mendapat apresiasi luas. CATATAN SI-JEJAK berhasil meraih Juara 3 Kompetisi Inovasi Sidoarjo (KISI) Tahun 2024 dan memperoleh apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sebagai praktik baik yang inspiratif dalam layanan pendidikan inklusi.
Melalui CATATAN SI-JEJAK, SMP Negeri 6 Sidoarjo menegaskan perannya sebagai sekolah yang tidak hanya mendidik, tetapi juga mendampingi, menguatkan, dan menuntun setiap murid menemukan jejak masa depannya.
CATATAN SI-JEJAK bukan sekadar inovasi, melainkan komitmen bahwa setiap anak berhak memiliki akses, harapan, dan kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan menuju masa depan yang lebih baik.
Menuntun Jejak, Menyiapkan Masa Depan.
BK SMP Negeri 6 Sidoarjo
Suharsono
Di tengah percepatan transformasi digital pendidikan, SMP Negeri 6 Sidoarjo menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan sistem evaluasi pembelajaran yang modern, efektif, dan adaptif melalui inovasi Sistem Informasi Penilaian Online (SIP-ON).
Aplikasi berbasis web ini mulai dikembangkan dan diterapkan sejak tahun 2018 sebagai solusi atas kebutuhan penilaian yang terintegrasi, khususnya dalam mendukung pelaksanaan asesmen berbasis teknologi. Seiring waktu, SIP-ON terus mengalami penguatan fitur dan tata kelola hingga menjadi sistem yang andal dalam menunjang berbagai bentuk evaluasi pembelajaran di sekolah.
Inovasi ini diberdayakan oleh Agus Rahmat Yuniar, S.Kom., M.Pd., yang menghadirkan pendekatan sederhana namun berdampak besar melalui pemanfaatan teknologi yang tepat dan efisien. Hal ini merupakan catatan prestasi dalam meningkatkan layanan pendidikan di lingkungan Kabupaten Sidoarjo.
SIP-ON dirancang dengan sistem kerja yang terstruktur dan kolaboratif. Guru memiliki kewenangan untuk menyusun serta menginput soal secara mandiri melalui sistem yang terintegrasi, sehingga proses penyusunan evaluasi menjadi lebih fleksibel dan terdokumentasi dengan baik.
Di sisi lain, peran proktor menjadi kunci dalam memastikan pelaksanaan ujian berjalan lancar. Mulai dari pengaturan jadwal, distribusi akses, hingga pemantauan pelaksanaan ujian dilakukan secara sistematis, menjadikan proses asesmen lebih terkendali dan profesional.
Salah satu keunggulan utama SIP-ON terletak pada efisiensi sumber daya. Dengan memanfaatkan platform berbasis cloud, sekolah tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk infrastruktur teknologi. Namun demikian, sistem tetap mampu menghadirkan layanan penilaian yang cepat, akurat, dan mudah diakses oleh seluruh warga sekolah.
Model ini membuktikan bahwa transformasi digital tidak selalu harus mahal, tetapi dapat diwujudkan melalui inovasi cerdas yang memaksimalkan potensi internal sekolah.
SIP-ON tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran digital yang selaras dengan implementasi Kurikulum Merdeka. Sistem ini mendorong guru untuk lebih adaptif terhadap teknologi, sekaligus membiasakan siswa dalam menghadapi lingkungan belajar berbasis digital.
Lebih dari itu, kehadiran SIP-ON turut membangun budaya kerja yang efektif, transparan, dan berbasis data dalam pengelolaan pembelajaran di sekolah.
Mantan Kepala SMP Negeri 6 Sidoarjo, Suharsono, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam menjawab tantangan zaman.
“SIP-ON bukan sekadar aplikasi penilaian, tetapi merupakan wujud komitmen kami dalam membangun sistem pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kami ingin memastikan bahwa proses evaluasi di sekolah berjalan lebih efektif, transparan, dan akuntabel.”
Beliau juga menambahkan bahwa pengembangan sistem berbasis internal menjadi kekuatan tersendiri bagi sekolah.
“Kami mendorong lahirnya inovasi dari dalam sekolah. Dengan memaksimalkan potensi guru, kami tidak hanya membangun sistem, tetapi juga membangun budaya inovasi yang berkelanjutan.”
Ketua Komite SMP Negeri 6 Sidoarjo, Novi Trianto, turut memberikan apresiasi atas inovasi yang dikembangkan oleh sekolah.
“Kami dari komite sekolah sangat mendukung penuh pengembangan SIP-ON sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan pendidikan. Inovasi ini menunjukkan bahwa sekolah mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa harus bergantung pada sistem yang mahal.”
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara sekolah dan komite menjadi kunci keberhasilan implementasi inovasi.
“Sinergi antara sekolah, guru, dan komite sangat penting. Kami berharap SIP-ON tidak hanya meningkatkan kualitas penilaian, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap mutu pendidikan di SMP Negeri 6 Sidoarjo.”
Sebagai inovasi yang lahir dari internal sekolah, SIP-ON menjadi bukti nyata bahwa SMP Negeri 6 Sidoarjo mampu bertransformasi secara mandiri dan berkelanjutan. Ke depan, pengembangan sistem ini diharapkan dapat terus ditingkatkan, baik dari sisi keamanan, analisis data, maupun integrasi dengan sistem pembelajaran lainnya.
Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, SIP-ON tidak hanya menjadi solusi lokal, tetapi juga berpotensi menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam mengembangkan sistem penilaian digital yang efektif dan efisien.