KOMITE
SMP NEGERI 6 SIDOARJO
Info kegiatan SMP Negeri 6 Sidoarjo 2025
SMP NEGERI 6 SIDOARJO
Komite Sekolah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orang tua/wali peserta didik, komunitas sekolah, serta tokoh masyarakat yang peduli terhadap pendidikan. Lembaga ini dibentuk untuk membantu meningkatkan mutu pelayanan pendidikan di satuan pendidikan dengan prinsip gotong royong dan transparan.
Sesuai dengan regulasi terbaru yang berlaku di 2025, berikut adalah poin-poin utama mengenai Komite Sekolah:
Pemberi Pertimbangan (Advisor): Memberikan masukan dalam penentuan kebijakan dan program sekolah.
Pendukung (Supporter): Mendorong partisipasi masyarakat dan penggalangan sumber daya untuk meningkatkan mutu sekolah.
Pengawas (Controlling): Memantau transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan di sekolah.
Mediator: Menjadi penghubung antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.
Melakukan penggalangan dana dalam bentuk sumbangan atau bantuan (bukan pungutan wajib yang mengikat) untuk menutupi kekurangan biaya operasional sekolah.
Mengevaluasi pelaksanaan program sekolah dan memberikan saran perbaikan secara berkala.
Anggota komite dipilih secara demokratis dan tidak boleh berasal dari unsur guru atau tenaga kependidikan di sekolah tersebut, penyelenggara sekolah, maupun pejabat pemerintah daerah yang membidangi pendidikan.
Anggota komite terdiri dari unsur-unsur berikut, dengan batasan persentase tertentu:
Orang tua/wali peserta didik
Tokoh masyarakat
Pakar pendidikan
Dasar hukum utama yang mengatur mengenai komite sekolah adalah Permendikbud No. 75 Tahun 2016.
Bapak Novi Trianto
Ketua
Bpk Muhtar
Sekretaris
Ibu Henny Prananingrum
Bendahara
Bpk Bambang Sriwibowo
Pakar Pendidikan
Ibu Melinda
Wira Usaha & CSR
Sidoarjo, 22 November 2025 — Komite Sekolah SMP Negeri 6 Sidoarjo turut membersamai dan mendukung penuh Peluncuran Program Literasi 360 yang diselenggarakan pada Jumat, 22 November 2025, bertempat di SMP Negeri 6 Sidoarjo. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat literasi, serta dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo.
Peluncuran Program Literasi 360 merupakan bagian dari komitmen SMP Negeri 6 Sidoarjo dalam membangun budaya literasi yang menyeluruh dan berkelanjutan. Program ini dirancang untuk menguatkan kemampuan literasi peserta didik secara utuh, meliputi literasi baca-tulis, numerasi, sains, digital, finansial, serta literasi budaya dan kewargaan.
Dalam kegiatan tersebut, Komite Sekolah SMP Negeri 6 Sidoarjo hadir sebagai mitra strategis sekolah yang senantiasa mendukung setiap upaya peningkatan mutu pendidikan. Kehadiran komite menjadi wujud sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam menyukseskan program-program unggulan sekolah, khususnya di bidang literasi.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo dalam sambutannya mengapresiasi langkah inovatif SMP Negeri 6 Sidoarjo melalui peluncuran Program Literasi 360. Beliau menyampaikan bahwa literasi merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter, daya pikir kritis, dan kreativitas peserta didik, sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 6 Sidoarjo menyampaikan bahwa Program Literasi 360 tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi akan diimplementasikan secara nyata dalam pembelajaran dan kehidupan sehari-hari di sekolah. Dukungan dari Komite Sekolah dan Dinas Pendidikan menjadi motivasi besar bagi seluruh warga sekolah untuk terus bergerak dan berinovasi.
Acara peluncuran juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan dan karya literasi peserta didik, yang menunjukkan antusiasme serta potensi siswa dalam mengembangkan budaya literasi.
Dengan adanya Program Literasi 360, SMP Negeri 6 Sidoarjo berharap dapat menciptakan ekosistem sekolah yang literat, inspiratif, dan adaptif terhadap tantangan zaman, melalui kolaborasi erat antara sekolah, komite, orang tua, dan pemerintah daerah.
Komite SMP Negeri 6 Sidoarjo membersamai dalam Gelar Sosialisasi Program Sekolah Tahun Pelajaran 2025–2026 kepada Wali Siswa
Sidoarjo — Komite SMP Negeri 6 Sidoarjo membersamai dalam pelaksanakan kegiatan Sosialisasi Program Sekolah Tahun Pelajaran 2025–2026 kepada wali siswa sebagai bentuk transparansi dan penguatan kerja sama antara sekolah, orang tua, dan komite sekolah.
Dalam sambutannya, Kepala SMP Negeri 6 Sidoarjo, Bapak Suharsono, menyampaikan bahwa sosialisasi program sekolah merupakan agenda penting untuk menyamakan persepsi dan tujuan pendidikan antara pihak sekolah dan wali siswa. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan peserta didik tidak terlepas dari dukungan dan sinergi yang kuat antara sekolah, orang tua, dan komite sekolah.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Sekolah memaparkan berbagai program sekolah yang akan dilaksanakan pada Tahun Pelajaran 2025–2026. Program-program tersebut meliputi penguatan akademik, pembinaan karakter dan disiplin, pengembangan kegiatan ekstrakurikuler, serta peningkatan layanan komunikasi dan informasi sekolah kepada wali siswa. Sebagai Wakil Kepala Sekolah, beliau juga menekankan pentingnya komunikasi dua arah yang efektif antara sekolah dan orang tua demi mendukung perkembangan peserta didik secara optimal.
Komite Sekolah SMP Negeri 6 Sidoarjo turut memberikan dukungan terhadap seluruh program yang disampaikan. Komite berharap wali siswa dapat berperan aktif dalam mendukung kebijakan dan program sekolah, sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang kondusif, aman, dan berorientasi pada kemajuan peserta didik.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan tertib dan interaktif. Wali siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, saran, dan masukan terkait pelaksanaan program sekolah. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin komitmen bersama antara sekolah, wali siswa, dan komite sekolah dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di SMP Negeri 6 Sidoarjo pada Tahun Pelajaran 2025–2026.
Sidoarjo, 13 Desember 2024 – Upaya SMP Negeri 6 Sidoarjo untuk meraih predikat Sekolah Adiwiyata mendapatkan dukungan kuat dari seluruh elemen, terutama dari Komite Sekolah. Dalam sebuah acara deklarasi yang meriah dan penuh komitmen di lingkungan sekolah, Komite Sekolah menyatakan kesiapan untuk "membersamai" seluruh kegiatan dan kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan.
Deklarasi ini menandai langkah strategis SMP Negeri 6 Sidoarjo dalam menginternalisasi nilai-nilai kepedulian lingkungan, yang merupakan empat pilar utama Program Adiwiyata.
Komitmen Kuat dari Perwakilan Orang Tua
Ketua Komite Sekolah, Bapak/Ibu Novi Trianto, dalam sambutannya menekankan bahwa gerakan Adiwiyata bukan hanya tanggung jawab guru dan siswa, tetapi juga tanggung jawab kolektif orang tua dan masyarakat.
"Adiwiyata adalah investasi jangka panjang untuk anak-anak kita. Ini bukan hanya tentang mendapatkan penghargaan, tetapi tentang membentuk karakter mereka agar menjadi generasi yang mencintai dan melestarikan alam," ujar Novi. "Kami dari Komite siap menjadi jembatan antara sekolah dan orang tua, siap mendukung pendanaan, serta siap berpartisipasi aktif dalam setiap program lingkungan yang dicanangkan."
Keterlibatan dalam Empat Pilar Adiwiyata
Kepala SMP Negeri 6 Sidoarjo, Bapak Suharsono, mengapresiasi kebersamaan yang ditunjukkan oleh Komite Sekolah.
"Dukungan Komite Sekolah sangat vital, terutama dalam membumikan empat komponen utama Adiwiyata," jelas Suharsono.
Kebijakan Berwawasan Lingkungan: Komite terlibat dalam menyusun dan menyosialisasikan tata tertib baru yang mendukung hemat energi dan air.
Pelaksanaan Kurikulum: Komite membantu memastikan materi lingkungan diintegrasikan secara efektif dalam proses belajar-mengajar.
Kegiatan Lingkungan Partisipatif: Komite memobilisasi orang tua untuk ikut dalam aksi nyata, seperti gerakan penanaman pohon, pembuatan kompos, dan daur ulang sampah.
Pengelolaan Sarana Pendukung: Komite membantu menggalang sumber daya untuk pengadaan sarana prasarana ramah lingkungan, seperti pembangunan biopori dan penyediaan fasilitas pemilah sampah.
Acara deklarasi diakhiri dengan penandatanganan Piagam Komitmen Adiwiyata yang melibatkan perwakilan siswa, guru, Kepala Sekolah, dan Ketua Komite Sekolah. Kebersamaan ini diharapkan menjadi modal kuat bagi SMP Negeri 6 Sidoarjo untuk tidak hanya meraih predikat Adiwiyata, tetapi juga menciptakan budaya sekolah yang lestari dan berkelanjutan.
SIDOARJO – Tahun 2020 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi dunia pendidikan, termasuk bagi SMP Negeri 6 Sidoarjo. Saat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan anjuran belajar dari rumah diterapkan untuk menekan penyebaran COVID-19, sekolah harus beradaptasi total. Di tengah kondisi krisis ini, peran Komite Sekolah SMP Negeri 6 Sidoarjo di bawah kepemimpinan Bapak Novi Trianto menjadi sangat vital dalam memastikan hak pendidikan siswa tetap terpenuhi, terutama saat pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan transisi menuju pembelajaran daring penuh.
Pada pertengahan tahun 2020, saat siswa baru seharusnya disambut di lingkungan sekolah yang ramai, pandemi memaksa MPLS dilaksanakan sepenuhnya secara virtual. Komite Sekolah, yang diketuai oleh Bapak Novi, turut aktif membersamai kegiatan ini. Kehadiran Komite, meskipun melalui platform digital, memberikan dukungan moral dan menunjukkan keseriusan semua pihak dalam menyambut generasi baru siswa.
“Keterlibatan Komite dalam MPLS daring bukan sekadar formalitas, namun ini adalah pesan bahwa meski kita terpisah oleh layar, kita semua—sekolah, orang tua, dan komite—berkomitmen penuh pada pendidikan anak-anak kita,” ujar Bapak Novi dalam salah satu sesi daring.
MPLS yang dilakukan secara daring memiliki tantangan tersendiri, mulai dari memastikan koneksi internet yang stabil hingga membangun ikatan emosional antara siswa dan sekolah. Komite Sekolah bertindak sebagai jembatan komunikasi, mengadvokasi kebutuhan teknis siswa kurang mampu dan membantu sosialisasi pentingnya MPLS sebagai fondasi pengenalan etika dan budaya sekolah.
Tugas terbesar yang dihadapi Komite Sekolah adalah mendukung sekolah dalam menyelenggarakan pembelajaran yang tetap harus terlaksana meskipun dalam keadaan daring. Komite Sekolah bertindak sebagai mitra strategis kepala sekolah dan guru dalam:
Advokasi Kebutuhan Infrastruktur: Komite berperan penting dalam mengidentifikasi kendala yang dihadapi orang tua, seperti keterbatasan perangkat (gawai) dan akses internet, lalu berkolaborasi dengan pihak sekolah mencari solusi, termasuk potensi penggalangan dana atau bantuan dari pihak ketiga.
Mendorong Partisipasi Orang Tua: Memastikan orang tua memahami peran pendampingan belajar di rumah. Komite membantu mengedukasi bahwa pembelajaran daring memerlukan kerja sama erat antara guru, siswa, dan orang tua.
Memberikan Feedback Konstruktif: Secara rutin, Komite menyerap aspirasi dan keluhan dari wali murid terkait metode pembelajaran daring (misalnya, beban tugas, jadwal, atau efektivitas materi) dan menyampaikannya kepada pihak sekolah untuk perbaikan dan penyesuaian kurikulum adaptif.
Keputusan sekolah untuk terus melaksanakan pembelajaran secara penuh, meskipun secara daring, didukung penuh oleh Komite. Mereka meyakini bahwa penundaan atau pengabaian pendidikan akan membawa dampak jangka panjang yang lebih buruk bagi siswa.
Kepemimpinan Bapak Novi di Komite Sekolah SMP Negeri 6 Sidoarjo menjadi contoh nyata bahwa Komite Sekolah dapat berfungsi lebih dari sekadar badan pengumpul dana. Di masa pandemi, mereka menjadi pilar penopang mental, mediator, dan fasilitator keberlangsungan pendidikan.
Keikutsertaan Komite di masa-masa kritis ini mencerminkan semangat gotong royong pendidikan di Sidoarjo. Meskipun dihadapkan pada tantangan kesehatan global, kolaborasi erat antara sekolah dan Komite berhasil memastikan bahwa siswa SMP Negeri 6 Sidoarjo dapat memulai tahun ajaran baru dan melanjutkan proses belajar tanpa terhenti, menjadikannya kisah sukses adaptasi pendidikan di tengah krisis 2020.
SIDOARJO – Pada hari Sabtu, 22 Februari 2020, suasana SMP Negeri 6 Sidoarjo dipenuhi semangat patriotisme dan keriaan. Sekolah bekerjasama dengan Komite Sekolah sukses menyelenggarakan Gebyar Kreatifitas Peserta Didik sebagai upaya konkret peningkatan karakter nasionalisme di kalangan siswa.
Kegiatan yang berlangsung meriah sejak pagi hingga siang hari ini berhasil menampilkan beragam talenta siswa, sekaligus menanamkan rasa cinta tanah air dan bangga akan budaya lokal Sidoarjo.
Ketua Komite Sekolah, Bapak Novi Trianto, menyatakan bahwa Komite Sekolah berkomitmen penuh mendukung program pembentukan karakter. "Kami melihat Gebyar ini bukan hanya ajang unjuk bakat, tetapi media efektif untuk memperkuat jati diri bangsa," ujar Bpk. Novi.
Komite Sekolah berperan aktif mulai dari penggalangan dana tambahan dari donatur lokal, mobilisasi orang tua untuk membantu persiapan teknis, hingga mengundang tokoh budayawan Sidoarjo untuk memberikan penilaian dan motivasi.
Kepala Sekolah SMPN 6 Sidoarjo, Ibu Lilik Sulistiyawati, menjelaskan bahwa tema nasionalisme diintegrasikan dalam setiap mata lomba.
"Anak-anak tidak hanya tampil. Mereka harus memaknai nilai-nilai sejarah dan budaya. Contohnya, lomba seni rupa kali ini didominasi lukisan bertema perjuangan rakyat Sidoarjo, dan lomba tari menampilkan Tari Remo dengan modifikasi yang tetap menghormati pakem aslinya," jelas Ibu/Bapak Diah.
Puncak acara ditandai dengan Paduan Suara Kebangsaan yang melibatkan seluruh siswa kelas 8, menyanyikan lagu-lagu nasional dengan iringan musik tradisional. Selain itu, digelar pula Bazar Produk Lokal hasil kreasi kelompok siswa, mengajarkan mereka menghargai produk dalam negeri sejak dini.
Para guru dan Komite Sekolah berharap, melalui Gebyar Kreatifitas ini, nasionalisme tidak hanya menjadi materi pelajaran, tetapi terinternalisasi menjadi perilaku nyata. Acara ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang terus mempererat sinergi antara sekolah, Komite, dan masyarakat dalam membentuk generasi muda Sidoarjo yang cerdas, kreatif, dan berkarakter kuat.