Info kegiatan SMP Negeri 6 Sidoarjo 2026
SIDOARJO — Dalam rangka memperingati Hari Ozon Sedunia yang jatuh pada tanggal 16 September 2026, SMP Negeri 6 Sidoarjo kembali menunjukkan komitmen kuatnya sebagai sekolah berbudaya lingkungan Adiwiyata. Mengusung tema "Bersama jaga ozon, untuk bumi yang lebih sehat!", sekolah menggelar berbagai aksi nyata yang melibatkan seluruh warga sekolah.
Kepala SMP Negeri 6 Sidoarjo, Ibu Lilik Isnawangsih, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun karakter dan budaya peduli lingkungan di lingkungan sekolah Adiwiyata.
"Peringatan Hari Ozon Sedunia ini adalah momentum penting untuk menanamkan kesadaran ekologis kepada para siswa. Melalui langkah-langkah sederhana seperti bersepeda, membawa tumblr pribadi, dan mengurangi penggunaan gawai, kami ingin membimbing anak-anak untuk membiasakan gaya hidup ramah lingkungan. Sebagai sekolah Adiwiyata, pembentukan karakter peduli bumi harus menjadi budaya keseharian, bukan hanya di sekolah tetapi juga di rumah dan masyarakat," ujar Ibu Lilik Isnawangsih, S.Ag., M.Pd.
Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, SMPN 6 Sidoarjo mencanangkan tiga poin aksi utama yang wajib diikuti dan diterapkan oleh seluruh siswa selama peringatan berlangsung:
1. Mengendarai Sepeda Angin ke Sekolah
Siswa diimbau untuk bersepeda langsung ke sekolah guna menekan emisi karbon. Bagi siswa yang harus diantar oleh orang tua, sekolah telah menetapkan titik drop zone khusus untuk mengurai kepadatan lalu lintas dan polusi di sekitar sekolah, yaitu dari arah selatan Indomaret serta dari utara pertigaan arah SMP Negeri 6 Sidoarjo.
2. Gerakan 1 Anak 1 Tumblr (Wajib)
Seluruh siswa diwajibkan membawa botol minum (tumblr) sendiri dari rumah setiap hari. Gerakan ini bertujuan untuk meminimalisir produksi sampah plastik sekali pakai di lingkungan sekolah.
3. Gerakan Tanpa Elektronik
Siswa diajak untuk mengurangi penggunaan gawai dan perangkat elektronik di sekolah pada hari tersebut. Melalui gerakan ini, para siswa didorong untuk membangun interaksi sosial secara langsung yang lebih hangat, komunikatif, dan bermakna.
Dengan sinergi antara pihak sekolah, guru, dan para siswa, semangat "Ozon Sehat Bumi Kuat" diharapkan terus hidup dan mengakar kuat dalam keseharian warga SMP Negeri 6 Sidoarjo demi mewujudkan sekolah hijau dan bumi yang lestari.
Yusiana SPENAMDA HEBAT
SIDOARJO — SMP Negeri 6 Sidoarjo kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter peserta didik melalui kegiatan keagamaan bertajuk SYAHDU (Istighosah dan Shalat Duha). Mengusung tema "Bersama dalam Doa, Melangkah dengan Keberkahan", program ini dijadwalkan berlangsung pada hari Sabtu, 12 September 2026.
Program kerohanian yang digagas langsung oleh Kepala Sekolah, Ibu Lilik Isnawangsih, melalui Waka Kesiswaan, Bapak Romi Wijaya, ini mendapat dukungan penuh dari seluruh warga sekolah.
Kegiatan ini ditujukan bagi seluruh siswa-siswi dari kelas VII, VIII, hingga IX. Pelaksanaan ibadah utama berupa Shalat Duha dan Istighosah bagi siswa Muslim akan dipusatkan di Lapangan Sekolah dengan menghadirkan Drs. H. Achmad Ridhoi sebagai imam shalat.
Selain itu, pihak sekolah juga memfasilitasi kegiatan kerohanian bagi siswa dari agama lain secara inklusif. Siswa beragama Kristen dan Katolik dijadwalkan berkegiatan di Ruang Pertemuan dengan membawa kitab suci, sementara siswa beragama Hindu akan melaksanakan kegiatan di Ruang Perpustakaan.
Menjelang pelaksanaan acara, pihak sekolah mengimbau para siswa untuk membawa perlengkapan ibadah masing-masing serta diharapkan sudah berwudhu dari rumah demi kelancaran dan ketertiban acara.
Melalui sinergi ini, SMP Negeri 6 Sidoarjo yang menjunjung tinggi visi Berimtaq, Berprestasi, Berwawasan Global, Peduli Lingkungan berharap dapat terus membimbing para siswa menjadi generasi yang berkarakter mulia dan taat beragama.
Romi Wijaya SPENAMDA HEBAT
SMP Negeri 6 Sidoarjo Sukses Gelar Kegiatan "Pocket to Pro: Dari HP Biasa Jadi Foto Luar Biasa" dalam Rangkaian Writing Camp 2026.
SIDOARJO — SMP Negeri 6 Sidoarjo kembali mengadakan kegiatan edukatif yang menarik melalui rangkaian acara Writing Camp 2026. Mengusung tema "Pocket to Pro: Dari HP Biasa Jadi Foto Luar Biasa", kegiatan ini berfokus pada pelatihan fotografi menggunakan ponsel pintar dengan tagline "Jangan cuma ambil gambar, ceritakan melalui foto!".
Acara tersebut telah diselenggarakan pada:
Hari / Tanggal: Kamis, 10 September 2026
Waktu: Pukul 09.30 – Selesai
Tempat: Ruang Pertemuan SMP Negeri 6 Sidoarjo
Kepala SMP Negeri 6 Sidoarjo, Ibu Lilik Isnawangsih, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap terselenggaranya kegiatan ini. Beliau berharap pelatihan fotografi ini dapat menjadi wadah bagi para peserta didik untuk mengasah kreativitas di era digital.
"Di era digital saat ini, ponsel pintar bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga sarana berekspresi dan menyampaikan pesan moral melalui visual. Melalui kegiatan 'Pocket to Pro' dalam rangkaian Writing Camp 2026 ini, kami berharap anak-anak tidak hanya sekadar mengambil foto, melainkan mampu bercerita, menangkap makna dari setiap momen, serta melatih kreativitas mereka menjadi karya yang bernilai tinggi," ungkap Ibu Lilik Isnawangsih.
Untuk memberikan wawasan mendalam kepada para peserta, kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli di bidangnya, yaitu Mohammad Ilyas, S.Pd. yang merupakan seorang Visual Creator, Creative Director, Educator, Photo-Videographer, Drone Pilot, serta Designer.
Dalam pelatihan ini, para peserta diajak mengeksplorasi kemampuan kamera ponsel secara maksimal melalui beberapa materi utama:
Kenali Kamera HP-mu: Mempelajari resolusi, HDR, exposure, focus, hingga pilihan lensa.
Rahasia Foto Bagus: Membahas teknik komposisi, rule of thirds, leading lines, angle, dan perspektif.
Manfaatkan Cahaya: Memahami pemanfaatan golden hour, backlight, cahaya alami, dan cara membuat pencahayaan sederhana agar terlihat "mahal".
Bikin Foto ala iPhone: Teknik pengaturan warna natural, detail, portrait, bokeh, untuk foto makanan, manusia, benda, dan suasana.
Edit Foto di HP: Praktik penyuntingan menggunakan aplikasi seperti Snapseed, Lightroom Mobile, atau aplikasi pendukung lainnya.
Praktik & Challenge: Sesi langsung jepret, edit, dan pembuktian hasil karya peserta.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat menyadari bahwa setiap momen layak diabadikan serta mampu bercerita melalui setiap jepretan foto ponsel mereka.
Sinergi Kesehatan dan Karakter: SMP Negeri 6 Sidoarjo Sukses Gelar Program "SABUGAR"
SIDOARJO 5/9/2026 – SMP Negeri 6 Sidoarjo (Spenamda) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kesehatan jasmani sekaligus karakter peduli lingkungan peserta didik melalui program rutin bertajuk SABUGAR (Sabtu Sehat dan Bugar). Mengusung semangat "Sehat tubuhku, Semangat belajarku, Hebat prestasiku!", kegiatan ini dirancang secara edukatif dan interaktif bagi seluruh siswa dari berbagai tingkatan kelas.
Pada Sabtu 5 September 2026, pelaksanaan program SABUGAR kali ini, rangkaian kegiatan dibagi secara terstruktur sejak pukul 07.00 WIB. Siswa kelas 8 dan 9 memulai pagi mereka dengan penuh energi melalui kegiatan Senam Anak Indonesia Hebat di lapangan sekolah. Sementara itu, siswa kelas 7 mengikuti pembekalan khusus berupa Sosialisasi Sekolah Adiwiyata, yang dibagi ke dalam dua lokasi yaitu Ruang Pertemuan (untuk kelas 7 ABCD) dan Laboratorium IPA (untuk kelas 7 EFGH).
Setelah sesi pagi yang dinamis dan istirahat sejenak pada pukul 08.20 hingga 08.50 WIB, kegiatan sekolah dilanjutkan kembali dengan proses pembelajaran efektif di kelas masing-masing hingga pukul 10.50 WIB. Ketentuan atribut dan pakaian pun turut diperhatikan dengan tertib, di mana siswa kelas 7 mengenakan seragam Pramuka lengkap, sedangkan siswa kelas 8 dan 9 mengenakan seragam olahraga serta sepatu hitam.
Kepala SMP Negeri 6 Sidoarjo, yang dalam hal ini disampaikan melalui Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan, menegaskan komitmen pihak sekolah yang senantiasa bersemangat dalam mengoptimalkan program pendidikan bermutu untuk semua. Beliau menyampaikan apresiasi serta pesan motivasinya kepada seluruh siswa:
"Melalui program SABUGAR ini, kami bersama jajaran kesiswaan terus bersemangat mengoptimalkan program pendidikan bermutu untuk semua. Kami ingin memastikan bahwa peserta didik Spenamda tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki fisik yang bugar, jiwa yang sehat, serta kepedulian tinggi terhadap lingkungan melalui budaya Adiwiyata. Ingatlah selalu, tubuh yang sehat akan melahirkan semangat belajar yang tinggi demi meraih prestasi yang hebat."
Romi Wijaya SPENAMDA HEBAT
Kegiatan Literacy Camp 2026 bukan sekadar kegiatan berkemah atau perjalanan biasa. Acara ini sukses menjadi wadah berharga bagi para siswa untuk belajar, berpetualang, berbagi cerita, dan merajut kenangan indah bersama.
Rangkaian kegiatan yang penuh warna ini menyisakan banyak cerita di setiap langkahnya. Mulai dari tantangan pendakian Bukit Cendono, menikmati keindahan alam di Alas Venuzz, keseruan bermain di playground, hingga hangatnya kebersamaan saat berkumpul di Café Samirermen. Seluruh rangkaian acara berhasil menciptakan tawa dan kenangan mendalam bagi seluruh peserta.
Kepala SMP Negeri 6 Sidoarjo, Ibu Lilik Isnawangsih, menyampaikan apresiasi dan pesan mendalam terkait terselenggaranya kegiatan ini. Beliau mengungkapkan bahwa Literacy Camp 2026 dirancang tidak hanya untuk memberikan pengalaman luar ruang yang menyenangkan, tetapi juga untuk menumbuhkan karakter, mempererat kebersamaan, serta membakar semangat literasi siswa melalui interaksi langsung dengan alam dan sesama.
"Literacy Camp 2026 adalah wujud nyata pembelajaran yang melampaui batas ruang kelas. Melalui setiap langkah pendakian, kebersamaan di alam, dan ruang berbagi cerita, kami berharap anak-anak tidak hanya membawapulang kenangan indah, tetapi juga ketangguhan mental, kepedulian sosial, dan semangat literasi yang semakin kuat untuk masa depan mereka," ujar Ibu Lilik Isnawangsih.
Pihak sekolah juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung suksesnya kegiatan ini.
Sampai jumpa di cerita, inspirasi, dan petualangan seru berikutnya!
Silvi SPENAMDA HEBAT
Permainan tradisional merupakan bagian tak terpisahkan dari kebudayaan Indonesia yang kaya dan beragam. Dengan hampir 2.600 permainan tradisional yang ada di Indonesia, setiap permainan memiliki ciri khas dan nilai kearifan lokal dari setiap daerah di Indonesia. Melalui permainan tradisional, anak-anak/peserta didik dapat memperoleh pengalaman gerak yang berguna bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik mereka. Selain itu, permainan tradisional juga memupuk rasa menghargai kelebihan dan kekurangan masing-masing, serta membangun kebersamaan dan memahami perasaan orang lain.
Guru penjas dan bapak/ibu guru yang lain memiliki peran penting dalam memfasilitasi anak-anak untuk lebih mengenal dan melestarikan permainan tradisional. Dengan memperkenalkan permainan tradisional kepada peserta didik, bapak/ibu guru dapat membantu menyulam budaya bangsa dan memperkuat identitas peradaban bangsa Indonesia. Melalui permainan tradisional, nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, pengabdian, dan cara bekerja yang mencerminkan karakter bangsa dapat lebih mudah terwujud.
Dengan melestarikan permainan tradisional, kita juga dapat mengenalkan kebudayaan Indonesia kepada dunia internasional. Permainan tradisional dapat menjadi daya tarik wisata budaya yang menarik bagi wisatawan asing yang ingin mengenal lebih dekat kebudayaan Indonesia. Dengan demikian, melestarikan permainan tradisional bukan hanya penting untuk memperkuat identitas peradaban bangsa Indonesia, tetapi juga dapat menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat Indonesia.
Suharsono, S.Pd., M.Pd.
# tergerak, bergerak, menggerakkan
Kurikulum Prototipe sudah diterapkan pada 2.500 satuan pendidikan yang tergabung dalam program Sekolah Penggerak pada tahun 2021. Pelaksana Tugas Kepala Pusat Perbukuan Kemdikbudristek, Supriyatno, mengatakan salah satu karakteristik Kurikulum Prototipe adalah menerapkan pembelajaran berbasis proyek (project based learning) untuk mendukung pengembangan karakter sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila. Dalam implementasi Kurikulum Prototipe, sekolah diberikan keleluasaan dan kemerdekaan untuk memberikan proyek-proyek pembelajaran yang relevan dan dekat dengan lingkungan sekolah.
Kepala SMPN 6 Sidoarjo, mengutib dari Supriyanto pada kegiatan Sosialisasi Kurikulum dalam rangka Pemulihan Pembelajaran di Kantor Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Bengkulu, Senin (17/1/2022), pembelajaran berbasis proyek dianggap penting untuk pengembangan karakter siswa karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar melalui pengalaman (experiental learning). “Mereka mengalami sendiri bagaimana bertoleransi, bekerja sama, saling menjaga, dan lain-lain, juga mengintegrasikan kompetensi esensial dari berbagai disiplin ilmu,”
Salah satu Sekolah Penggerak yang sudah menerapkan pembelajaran berbasis proyek yaitu SMP Negeri 6 Sidoarjo. Pada semester satu di tahun pelajaran 2021/2022 lalu, SMP Negeri 6 Sidoarjo telah berhasil melaksanakan dua pembelajaran proyek. Pembelajaran proyek tersebut terkait erat dengan upaya pembentukan karakter Profil Pelajar Pancasila. Sekarang sedang dimulai pelaksanaan pembelajaran proyek yang ke 3, dengan tema Kewirausahaan. Kepala SMP Negeri 6 Sidoarjo, SUHARSONO, S.Pd, M.Pd, mengatakan salah satu perbedaan yang nyata antara Kurikulum 2013 dengan Kurikulum Merdeka adalah pada pembagian durasi jam pembelajarannya. “Jadi pada kurikulum merdeka yang dilaksanakan sekarang, sebanyak 30% dari kegiatan pembelajaran pada satu mata pelajaran yang harus dilaksanakan dalam bentuk pembelajaran proyek.
Ada tujuh tema yang harus dituntaskan dalam program sekolah penggerak ini. Alhamdulillah, berbekal pengalaman sukses kegiatan pada dua tema sebelumnya, kami yakin akan lebih sukses pada tema yang ketiga. Aamiin" ujar Suharsono, S.Pd, M.Pd.
Adiwiyata adalah upaya membangun program atau wadah yang baik dan ideal untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup untuk cita-cita pembangunan berkelanjutan. Adiwiyata merupakan nama program pendidikan lingkungan hidup. Di dunia internasional juga dikenal dengan nama Green School.
Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, banyak penelitian yang menunjukkan bahwa lingkungan sekolah yang positif akan membuat angka kehadiran, nilai ulangan, dan tingkat kelulusan di sekolah tersebut tinggi.
Menjaga kebersihan lingkungan sekolah juga dapat membantu memastikan anak tidak tertular penyakit. Oleh sebab itu, anak harus dididik untuk menjaga kebersihan diri maupun lingkungan sekolah agar kondisi fisik dan mentalnya tetap terjaga dengan baik.
Ketika lingkungan sekolah bersih, manfaatnya bukan hanya akan dirasakan oleh anak murid maupun guru yang sering berkegiatan di sekolah tersebut, melainkan juga masyarakat. Berikut beberapa manfaat menjaga kebersihan lingkungan sekolah dilihat dari subjeknya:
Seperti disinggung di atas, kebersihan lingkungan sekolah dapat meningkatkan kesehatan dan semangat anak dalam belajar. Anak pun menjadi tidak mudah sakit sehingga tidak sering absen di dalam kelas dan mampu mengikuti pembelajaran dengan baik.
Kebersihan lingkungan sekolah dapat menaikkan nilai akademis siswa sehingga secara tidak langsung juga menaikkan citra guru maupun reputasi sekolah itu sendiri. Selain itu, biaya kesehatan yang harus dikeluarkan orangtua juga bisa berkurang karena anak beraktivitas di lingkungan sekolah yang bersih.
Kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan sekolah dapat menular ke masyarakat sekitar yang diharapkan mencontoh pola hidup bersih warga sekolah tersebut. Masyarakat sekitar sekolah juga tidak akan rentan terkena penyakit yang berhubungan dengan buruknya kebersihan, seperti diare hingga demam berdarah.
Workshop Penguatan Pembelajaran Paradigma Baru ini sebagai wujud Merdeka Belajar bagi Pendidik di SMPN 6 Sidoarjo 2021-2022 yang merupakan Sekolah Penggerak tingkat SMP dalam mempersiapkan sistem belajar masa depan.
Untuk masuk silahkan klik disini atau pilih gambar.
Asesmen Nasional adalah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter) serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran. Informasi-informasi tersebut diperoleh dari tiga instrumen utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.
Asesmen Nasional perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Asesmen ini dirancang untuk menghasilkan informasi akurat untuk memperbaiki kualitas belajar-mengajar, yang pada gilirannya akan meningkatkan hasil belajar murid. Asesmen Nasional menghasilkan informasi untuk memantau (a) perkembangan mutu dari waktu ke waktu, dan (b) kesenjangan antar bagian di dalam sistem pendidikan (misalnya kesenjangan antarkelompok sosial ekonomi dalam satuan pendidikan, kesenjangan antara satuan Pendidikan negeri dan swasta di suatu wilayah, kesenjangan antardaerah, atau pun kesenjangan antarkelompok berdasarkan atribut tertentu). Asesmen Nasional bertujuan untuk menunjukkan apa yang seharusnya menjadi tujuan utama satuan pendidikan, yakni pengembangan kompetensi dan karakter murid. Asesmen Nasional juga memberi gambaran tentang karakteristik esensial sebuah satuan pendidikan yang efektif untuk mencapai tujuan utama tersebut. Hal ini diharapkan dapat mendorong satuan pendidikan dan Dinas Pendidikan untuk memfokuskan sumber daya pada perbaikan mutu pembelajaran.
STANDAR OPERASTONAL PROSEDUR (SOP) DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TATAP MUKA
I. PROTOKOL KESEHATAN PEMBELAJARAN TATAP MUKA DI SMP
NEGERI 6 SIDOARJO PADA MASA COVID-19
A. Sekolah Memastikan Protokol Kesehatan Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka antara lain :
1. Kegiatan Sebelum Pembelajaran :
2. Kegiatan Sesudah Pembelajaran :
B. Warga SMP Negeri 6 Sidoarjo yang terdiri dari Pendidik, Tenaga
Kependidikan, dan Peserta Didik, termasuk Pengantar/Penjemput, wajib
mengikuti protokol kesehatan sebagai berikut:
1. Aktivitas Sebelum Berangkat Ke Sekolah :
2. Aktivitas Selama perjalanan Ke Sekolah :
3. Aktivitas Sebelum Masuk Gerbang Sekolah :
4. Aktivitas Selama Kegiatan Belajar Mengajar :
5. Aktivitas Selesai Kegiatan Belajar Mengajar :
6. Aktivitas Perjalanan Pulang dari Sekolah :
7. Aktivitas Setelah Sampai di Rumah
C. Protokol Kesehatan yang Wajib dipatuhi Selama berada di lingkungan Sekolah
1. Aktivitas Selama di Perpustakaan, Ruang Praktikum, Ruang
2. Aktivitas Selama di Toilet/Kamar Mandi
3. Aktivitas Selama di Tempat Ibadah
4. Aktivitas Selama di Tangga dan Lorong
SMP Negeri 6 Sidoarjo 17 Agustus 2021
Dalam memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 76 SMP Negeri 6 Sidoarjo turut memeriahkan dengan mengadakan kegiatan lomba kelas meski dalam keadaan PPKM.
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA Ke-76
KITA TUMBUH & TANGGUH
@OSIS SMPN6SDA
@KESISWAAN SMPN6SDA
Lomba ini diperuntukkan bagi seluruh siswa Sekolah Menengah Negeri 6 Sidoarjo